Kamis, 01 Januari 2015

Malam ini gue lagi buka file-file terpendam dan berdebu di lepi gue..
trus, nemuin salah satu cerpen ini diantara tumpukan cerpen yang gak terdeteksi saking banyaknya (ciyeeee....bangga) Ini cerpen jaman-jaman gue masih di SMP. berasa banget kaku bahasa gue pas nulis. :) maklum, pemula. dan ini gue post cuma buat iseng-iseng aja. Sekaligus ngenang masa lalu, sih. Hahaha.... :D
gue post nya part demi part aja ya... :)



                                    BERHENTI di KAMU                       
            Ini kisah tentang cinta pertamaku. Dan sampai sekarang, aku belum tahu endingnya akan gimana. Karena, cerita kami masih belum berakhir sampai sini aja. Aku masih meyakini bahwa Tuhan akan memberi jalan terbaik antara aku dan dia. Bukan berakhir dengan cara yang tidak jelas begini. Sampai sekarang aku masih menunggu jalan itu. Aku akan menunggunya walau mungkin sebuah benih bunga akan tetap menjadi benih dan gak akan pernah tumbuh. Walau benih itu, lama kelamaan hanya menjadi sesuatu yang terpendam dalam padatnya tanah.
                                                                        >>>>>
            Pagi-pagi sekali, aku sudah sibuk di kamarnya. bolak-balik dari sana kesini. Dari utara-selatan, timur-barat. Terus keliling deh kayak kompas. Hehehe. Pasalnya, ini hari pertamaku masuk SMA. Dan yang terlintas di benakku adalah sikap senior-seniorku pas MOS nantinya. So pasti, seniorisme banget tuh.
            Aku duduk di atas kasurku. Melihat peralatan MOS yang wajib  dibawa nantinya. Bola kaki yang udah aku mutilasi jadi setengahnya, itu bakal jadi topi. Karung beras yang harus jadi tasnya. Tambah lagi kertas karton gede yang harus aku kalungin di leher sebagai identitas pengenal. Disitu lengkap tuh ada biodataku. Arghhh…ini buat aku gila.
            Pengen rasanya membenamkan diri di bawah selimut lagi daripada harus ke sekolah. “Puuut….kamu mau sekolah apa nggak?” teriak Bunda dari lantai bawah.
            Hwft…”Bentar, Bun!!!”
Ini terpaksa…!!!!
Akhirnya, pagi itu  dengan berat hati dan juga badan –hehehe- aku harus memasuki gerbang “kegelapan”…-LEBAY AH,-
                                                            >>>>>
“Hei, nama kamu siapa?? Mana nih, perlengkapan MOS kamu?? Niat sekolah apa nggak?” bentak seorang senior cewek kepada. Mampus deh, aku lupa membawa semua peralatan gila itu. Ini bukan kesengajaan, bener-bener gak sengaja!!! Padahal udah aku letak di mobil. Aisss…
“Sori, Kak, tinggal di rumah.” Aduh, kenapa harus ad maslah sih, di hari pertama aku sekolah??? Kan, mending tidur di rumah aja tadi mah.
“Oh, tinggal. Besok kepala kamu aja yang tinggal gimana?” ujarnya lagi dengan ganas. Dia melotot kea rah aku. Ih, makin jelek tau gak. Sumpah deh, aku paling males berhubungan dengan orang kayak gini.
“Koq diem? Jawab dong,” bentak nya lagi.
“Unnecessery question!!!” jawabku sambil mandang dia. Benci banget deh, ada orang yang bersikap semena-mena gini.
Tampaknya, aku udah membangunkan ‘seekor singa betina’ nih. Semua orang memperhatikan kami. Aku hanya diam menunduk sambil menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Daripada gak ada kerjaan, lagian kakak senior di depan ku ini malah asyik berceloteh gak jelas. Haruskah aku mendengarnya??
“Ri, ada apa nih???” Tanya seorang cowok yang mendekati kami.
Itu Rizki bukan??? Aissh,,, aku lupa sama anak satu ini. Padahal kemarin aku cerita-cerita sama dia tentang kegelisahan aku untuk sekolah besok. Aku tahu, dia bersekolah di SMA yang bakal jadi sekolahanku ini. Tapi, aku gak tau kalau dia salah satu panitia MOS-nya. Kulihat dia sedang berbicara dengan “singa betina” itu.
Mereka sedikit berdebat. Dan akhirnya, tuh “singa betina” pergi meninggalkan kami. “Put, daritadi aku nyariin kamu. Eh, malah disini dimarah-marahin. Kasian bener..” ujarnya.
“Ngapa gak bilang kamu jadi salah  satu dari mereka. BĂȘte nih,” sungutku sebal.
“Makanya, besok jangan lupa bawa peralatannya…”
Aku hanya diam. Koq berasa aneh gini ya? Ini perasaan malu atau apaan nih??
“Ya udah, balik ke kelompok kamu sana! Tenang aja, aku bakal jaga kamu koq,” ujarnya sambil tersenyum.
Aku hanya diam terpaku. Maksudnya apaan tuh??? #GUBRAK#
                                                            >>>>>
Akhirnya, “4 hari penyiksaan” pun berakhir. Selama itulah aku menjadi buronan senior-senior sok kuasa itu. Dan setiap aku ‘disiksa’ sosok Rizki pasti selalu hadir pada saat yang tepat. Hal itu selalu dilakukannya. Alhasil, semua orang berpikir aneh tentang kami.
Saat aku membahas hal itu dengannya dia hanya membalas cuek. Seolah-olah itu tidak ada baginya.
Rizki, dia teman terdekatku dari kecil. Umurnya 1 tahun di atasku. Sosok hitam manis yang selalu mengisi hari-hariku. Dia baik dan mengayomiku layaknya kakak-adik. Keluarganya sangat dekat dengan keluargaku walau kami tak punya hubungan keluarga, dan saking dekatnya bisa disebut One Big Family. Hwehe ….
 Perhatian dan rasa kasihnya yang ia tunjukkan padaku membuatku merasa spesial. Maka tak dipungkiri, rasa ini muncul di hatiku. Rasa suka sekaligus sayang terhadapnya. 4 tahun aku memendamnya. Haha… aku tau, umurku masih muda waktu itu. Tapi, kita gak tau kan kapan rasa itu muncul dan ditujukan pada siapa. Semua hadir tiba-tiba.
                                                            >>>>>
            Pagi ini, aku ke sekolah bersama Restu. Teman ku dari kecil juga. Tapi tak seperti Rizki. Aku dan Restu teman satu komplek, ia pindah kesini sewaktu umur 6 tahun. Dan langsung menjadi akrab denganku. Teman, sekaligus saingan terberatku dalam pelajaran.
            Saat kami memasuki kelas, semua orang bersorak mengelu-elukan nama RESTU. Aku sendiri merasa bingung. Restu juga bertampang sama denganku. Sama-sama blo’on karena kebingungan. Kami hanya langsung menuju bangku masing-masing.
            Langsung kutanyakan pada Icha, teman sebangkuku. “Kenapa sih, Cha? Heboh banget!!!”
            “Loe gak tau, Vi? Udah heboh gitu gosipnya…”
            “Makanya gue nanya sama elu…” ujarku gemas seraya mencubit pipinya yang tembem kayak bakpao. Hihi… dia hanya cemberut sebal karenanya.
            “Kamu tau Kak Rizki kan? Dia yang digosipin sama elo. Ternyata, dia itu suka sama Restu. Kabarnya pun, Kak Rizki mau nembak Restu.”
            Aku diam melongo. Benarkah itu semua? Apa ini mimpi?? Kucubit tanganku. Sakit!!! Dan ini nyata. Ah, kenyataaan yang menyakitkan. Rizki tak pernah cerita padaku mengenai semua ini. Dan aku pun tak pernah sedikit pun berusaha kepo mengenai kehidupannya. Biasnya, dia akan langsung cerita jika terjadi sesuatu. Apapun itu. Untuk hal yang satu ini, entahlah.
            Kualihkan pandanganku pada sosok Restu yang sedang tertawa. Lesung pipit menghiasi wajahnya. Matanya indah dengan hiasan bulu mata lentik. Tubuh yang langsing. Dia memang lebih baik dariku…
                                                                            >>>>>
Sore yang cerah, aku duduk di pohon sembari menantikan jingga yang kan tiba. Ini sih, kebiasaan yang sering kulakukan saat tak ada kerjaan. Terkadang aku juga sembari bermain gitar. Menyanyikan lagu-lagu sendu untuk mengobati hati yang pilu. Hehe. Burung-burung pun beterbangan ikut menari. Bukan menari sih, lebih tepatnya kabur menghindari suaraku.
            Pernah suatu hari saat sedang asyik menyanyi. Tiba-tiba ada yan jatuh tepat mengenai tanganku. Iuh, itu kotoran burung!! Ah, aku sadar, mereka diam-diam akan melakukan perlawanan terhadapku. Untuk beberapa hari, aku tak lagi bertengger disitu. Hanya untuk membuat mereka merasa menang. Hal itu terbukti dengan seringnya aku mendengar mereka bercicit ria setiap sore dibandingkan hari-hari biasanya. Tak akan kubiarkan. Dalam beberapa hari kemudian pula, aku kembali lagi sambil membawa gitarku. Hahaha…
            “Vio…aku merindukanmu!!!” seru sebuah suara yang sangat bisa kutebak.
            Dalam sekejap, sosok itu telah hadir di sampingku. Untung saja dahan ini cukup kuat menahan beban kami. “Kurang kerjaan!!” Kupukul bahunya. Dia hanya terkekeh.
            Kami pun sama-sama terdiam kembali. Menikmati angin sore yang terasa hangat. Menandakan kalau sore itu cerah. Kupandangi Rizki dari samping. Hmm.. dia sedikit mengulum senyum. Entah apa yang dipikirkannya.
                “Vi, aku lagi suka sama cewek,” ujarnya mendadak.
          DEG! Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa gugup dan tegang? Dia melihat ke arahku dan tersenyum. Apa maksud senyuman itu? “Kamu tau koq, orangnya.”
            “Siapa?” tanyaku gugup. Jantungku makin berdegup kencang. Ah, perasaan apa ini? Cemaskah? Atau…
         “Restu..!” tuturnya. Aku melongo selama beberapa saat. Jadi, inikah perasaan tak enak yang kurasakan daritadi? Aku mendesah, berat. Kenapa terasa pedih ya?? Apa ini namanya patah hati?
               Kucoba tuk tersenyum saat ia melihatku. Entahlah, apa ia melihat Kristal-kristal bening di mataku yang kutahan sebisaku agar tak jatuh. Kenyataan yang menyakitkan, ya.
                “Dia pantas untukmu, Ki…” ujarku tersenyum, pedih.
                                                                             >>>>>
#PART I :)


Minggu, 23 November 2014

ALL OF ME ^^


                                                         "SWEET CAKE" FROM ME


Hi Guys, ini update blog pertama gue di alamat ini. Sebelumnya gue punya satu blog Cuma gegara lupa password dan sepertinya itu password memang mau gue lupakan kepaksalah gue ganti blog. Mungkin, buat pertama ini gue mau ngajuin curriculum vitae gue. Jiyaaaah…. :v
                Nama gue Novi Wijayanti. Panggilan gue banyak diantaranya Novi, Pepi, Kamek (hehe..), Geblek, Nyet, Emon dan panggilan yang paling gue suka itu Vio. Dan beberapa bulan terakhir ini gue dipanggil Aunty sama temen kampus. Sekedar info doing sih, gue itu seorang mahasiswi baru. Cieeee….. ^^  alasan gue dipanggil Aunty sih gegara gue doyan banget manggil temen cowok gue ataupun orang lain pake OM, makanya tuh bocah-bocah geblek gak ketulungan bales dendam. Sampe yang seharusnya gue panggil BAPAK pun gue panggil OM. Ahah…  dan gue masih punya beberapa panggilan aneh dan diluar kendali lainnya. Loe bisa Tanya langsung ke gue kalau mau. (berharap :D)
                Terus gue itu anak sulung dari 4 bersaudara. Gue bakal ceritain ntar suka duka jadi anak sulung itu gimana. Ahiks… :’( (eeeeeh?? Hehe) dan gue beserta adek-adek gue yang berisiknya gak ketulungan itu dalah kaum hawa semua. Huwaaaaa….. kenapa gue nangis? Karena bukan gue yang paling cantik di keluarga gue.. :D *kidding*
                And now, gue tercatat secara resmi dan pasti jadi mahasiswi di IAIN IMAM BONJOL PADANG. Oiya, domisili gue di Padang. Jurusan gue Pendidikan Bahasa Inggris so, buat semua yang mau nanya yang berhubungan dengan jurusan gue monggo saja. Dengan senang hati dan lapang dada gue menyediakan waktu untuk menjawab semampu gue dan sewarasnya gue. Heheh…
                Gue menyukai segala sesuatu tentang buku dan boneka tazmania. Komik favorit gue Detective Conan, Naruto, dan berbagai manga. Tokoh favorit gue itu Kakashi. Gue pernah dikasih miniatur Kakashi dan sampe malam tuh miniatur gue bawa tidur. Langsung gue peluk tuh yang ngasih kado. Hahahah -_- jangan ditanya siapa ya. Wkwkwk.
                Hmhh... maybe, it’s enough for this time.  Mohon kerjasamanya untuk kelancaran proses update blog gue. :)a karena gue, blog gue tanpa kalian para pembaca  itu butiran gulaaaaa.... :)  gue bakal nyelip-nyelipin tentang kepribadian gue yang unik (jiyaaaah). Salam kenal yaaaah :)  senyum cantik gue buat kalian semua. Big hug {}